Pencinta Bicara yang Hidup di Kampus Ruko.
Terangnya biru dan segi lima kuning penghias jubah Hiasan yang bagi sejuta umat lebih baik dihindari Kami justru memilih berbagai jalan Terjerumus dalam ruko mini miliknya Komunikasi, interaksi , jiwa, KUHP, sampai selesai Mereka orang-orang yang wajib kami temui Demi memanjanggkan nama Untuk jadi menantu pujaan Yang lain sibuk bersama tugas penat Kami sibuk bernapas sambil bercanda Lalu bicara Dan akhirnya, diam "Memperhatikan" orang lain Beruntungkah? HaHa, entahlah. Orang bilang kami hanya buang waktu Bertemu si Bicara di bangku yang Mahanya Siswa Melihat kami seperti celengan babi berisi angin Lupa kalau kami Manusia dengan plus-minus Hancur, suram, lebih baik mengulang Ramalan bulanan untuk kami Diihat sama seperti sampah Nantinya terkubur tanpa dikenang Yang kami miliki adalah si khayalan Hanya punya semilyar impian Baru terbayang dari kegagalan Berharap besok jadi kenyataan Salahkah kami bila kami di sini? Bodohkah kami memilih jalan ini? Hinakah kami bila kami...